BAHAGIALAH HIDUPMU DENGAN SHOLAT
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
وَجُعِلَتْ قُرَّةَ عَيْنٍ
فِيْ الصَّلَاةِ
“dan telah dijadikan
penghibur (penghias) hatiku (kebahagiaanku) pada shalat.” (HR. An-Nasai
[7/61] no. 3939, 3940, Ahmad [3/128] no. 14069. Dishahihkan Syaikh al-Albani
dalam as-Silsilah ash-Shahihah [3/98 dan 4/424])
Shalat merupakan ibadah yang
sangat dicintai Allah, dialah amal yang merupakan salah satu dari rukun Islam.
Ciri utama seorang mukmin sejati adalah menegakkan shalat wajib yang lima waktu
dan ibadah tersebut dilakukan dengan keimanan karena mengharap ridha-Nya. Dan
amalan mulia ini agar diterima di sisi Allah maka harus meneladani dan
mencontoh bagaimana petunjuk Allah dan Rasul-Nya dalam melakukannya baik itu
gerakan maupun bacaannya.
Shalat yang dilakukan dengan
benar dan ikhlas, akan membuat hati bahagia, jiwa damai, dan menghilangkah
kegelisahan hidup. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat
bersungguh-sungguh dalam mengerjakan shalat baik dalam keadaan lapang, maupun
saat terhimpit suatu masalah.
Dari sahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu,
ia berkata: “Bila kedatangan masalah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan
shalat.” (HR. Ahmad dalam al–Musnad [5/388] dan Abu Dawud
[2/35]. Dihasankan al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)
Shalat adalah
media penting untuk mendekatkan diri pada Allah Ta’ala, lebih-lebih
saat sujud, ia akan merasa semakin dekat dengan Allah Ta’ala.
Allah-lah tempat hamba mengadu, memohon pertolongan dan hati seorang mukmin
akan tenteram ketika shalat. Oleh karena itu, kita diperintahkan Allah Ta’ala untuk
memperbanyak doa dan permohonan kepada-Nya dengan shalat ketika jiwa kita
diperintahkan Allah Ta’ala untuk memperbanyak doa dan
permohonan kepada-Nya dengan shalat ketika jiwa kita galau, cemas, merasa
gundah, dan mengalami berbagai kesulitan hidup yang menghimpit. Beliau juga
berkata kepada sahabat Bilal radhiyallahu ‘anhu: “Wahai Bilal,
kumandangkan iqamah shalat, buatlah kami tenang dengannya.” (Dihasankan
al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 7892)
Dr. Hasan bin Ahmad bin
Hasan al-Fakki berkata, ”Tatkala shalat dijadikan sebagai pembangkit ketenangan
dan ketenteraman (jiwa) serta sebagai terapi psikologis maka tidak mengherankan
jika sebagian dokter jiwa menganggapnya sebagai terapi utama dalam penyembuhan
para pasien penyakit jiwa. Salah seorang di antara mereka ada yang mengatakan
bahwa sepertinya shalat ini salah satu terapi yang mampu mendatangkan
kehangatan jiwa manusia. Sesungguhnya shalat bisa menjauhkan dirimu dari segala
kesibukan yang membuatmu gundah dan resah. Shalat ini pun mampu membuatmu
merasa tidak menyendiri dalam hidup ini dan mampu membuatmu merasakan bahwa
Allah menyertaimu. Di samping itu, ternyata shalat mampu memberimu kekuatan
dalam bekerja, yang sebelumnya dirimu tidak mampu berbuat apa-apa. Maka
pergilah ke kamar tidurmu! Lalu mulailah melakukan shalat untuk menghadap
Rabbmu.” (Ahkam al-Adwiyah Fii asy-Syari’ah al–Islamiyah, hlm.
549-550)
Sungguh beruntung dan
bahagia seorang mukmin ketika shalat yang dilakukan dengan khusyuk dan jiwanya
menjadi tenang karena ia berkomunikasi dengan Rabbnya. Dzat yang mampu
menyingkirkan kesulitan dan Dzat yang selalu memberi kebahagiaan hidup dunia
dan akhirat.
Ibnu al-Qayyim menjelaskan
faedah shalat. Beliau mengatakan bahwa shalat termasuk faktor dominan dalam
mendatangkan maslahat dunia dan akhirat, serta menyingkirkan keburukan dunia
dan akhirat. Ia menghalangi dari dosa, menolak penyakit hati, mengusir kelukaan
fisik, menerangi kalbu, mencerahkan wajah, menyegarkan anggota tubuh dan jiwa,
dan memelihara kenikmatan, menepis siksa, menurunkan rahmat, dan menyibak tabir
permasalahan.” (Zaad al-Ma’ad, 4/120)
Semoga
shalat yang selalu kita lakukan mampu membuat kita menjadi hamba-Nya yang
banyak bersyukur, membuat hati lebih tunduk pada Allah, dan membersihkan hati
dari penyakit hati sehingga tenang dan damai dalam menghambakan diri
pada-Nya. Aamiin.
Semua manusia pasti memiliki rencana
tersendiri, namun sebagus-bagus nya kita merencanakan suatu hal masih lebih
bagus rencana Allah. Kita menginginkan sehat sedangkan Allah menginginkan kita
sakit, kita menilai seseorang itu baik sedangkan penilaian Allah ia jelek,
banyak hal yang kita inginkan atau kita sukai namun keinginan tersebut belum
tentu sama dengan keinginan Allah. Hal ini telah dijelaskan dalam salah satu
firman Allah yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik
bagi mu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.
Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS. al-Baqarah:216). Seperti
halnya dengan seorang gadis yang ingin selamat dalam perjalanan nya, namun
Allah menginginkan ia tidak selamat dalam artian ia mengalami kecelakaan. Akan
tetapi dengan kecelakaan tersebut ia menerima suatu kenikmatan dari Allah yaitu
bertemu dengan seorang pria yang menjadi jodohnya. Oleh karena itu jangan
pernah takut untuk menghadapi masalah hidup, karena setiap masalah pasti ada
hikmahnya tersendiri. Itulah salah satu contoh dari scenario Allah kepada hamba
Nya.
“Barang
siapa yang tidak suka dengan kehendak ku maka carilah Tuhan selain aku dan
barang siapa yang mengeluh enak atau tidak enaknya dengan kehendak ku maka
janganlah memanggilku lagi”. Maksud dari kalimat tersebut ialah mengajarkan
kita untuk menjadi seorang hamba yang menerima lapang dada akan kehendak Allah
serta mengajarkan kita untuk tetap kuat dan sabar dalam menghadapi cobaan hidup
tanpa adanya keluhan. Pada hakekat nya Allah sendiri tidak suka dengan seorang
hamba yang terus menerus mengeluh dari apa yang ia alami. Kata kasar nya
masalah itu dihadapi bukan dikeluhin. Seorang guru favorit saya Prof. Ali Aziz
memberi suatu prinsip Berani hidup berani menghadapi masalah. Tidak
berani, mati ae, singkat, padat, dan jelas. Salah satu syarat terkabulnya
do’a ialah stop complanning. Sesungguhnya tidak ada do’a yang tidak
dikabulkan. Hanya saja Allah masih melihat proses mu, memilih waktu yang tepat,
serta melihat kesiapan mu dalam menerima nya. Sama halnya seperti seorang anak
yang berumur tiga tahun dimana anak itu meminta ayahnya untuk membelikan motor
besar. Namun, apa kata ayah ketika itu “yah…nanti kalau kamu sudah besar”.
Untuk masalah-Masalah hidup itu realita nya
berat, akan tetapi jika kita memiliki mindset bahwa kita yakin bisa
menyelesaikan nya dengan mudah insyaAllah masalah tersebut akan sangat mudah
dilalui. Berbeda dengan seseorang yang memiliki mindset bahwa masalah
ku sulit, maka masalah tersebut akan sulit ia lalui. Pemikiran manusia sama hal
nya seperti perkataan yang tidak diucapkan dan perkataan itu sama halnya dengan
do’a. Oleh karena itu ubahlah mindset mu yang dulunya negative
menjadi positif.
Dari penjelasan yang sudah dijelaskan diatas menerangkan, agar kita selalu
mengingat Allah dimana dan kapanpun. Artinya dengan mengingat Allah kita akan
mudah melaksanakan apa yang diperintahkan kepada kita dan menjauhi larangannya.
Juga menerangkan bagaimana menghadapi suatu masalah yang benar. Hal ini dapat
disimpulkan dalam gerakan sholat lima waktu. Sholat adalah salah satu cara yang
ampuh dalam menghadapi hidup. Jika sholat kita sudah baik maka segala yang ada
di diri kita akan baik pula. Maka dengan sholat kita dapat memiliki keuntungan
untuk lebih dekat dengan Allah dan mengingat Allah. Gerakan
dalam sholat memiliki arti dan fungsi tersendiri. Menurut ilmu kedokteran
gerakan sholat sangat membantu kinerja anggota tubuh bagian dalam, salah
satunya gerakan sujud melancarkan peredaran darah jantung. Sedangkan menurut
ajaran agama Islam sholat memiliki fungsi tertinggi dalam kehidupan. Contohnya,
dengan melakukan sholat kita diberi ketenangan, ketentraman, dan kemudahan
dalam menjalani kehidupan, juga dapat mendekatkan kita dengan Allah.
Biasanya
yang sering dilakukan adalah do’a di dalam atau di luar sholat? Namun yang
sangat dianjurkan berdo’alah ketika kamu melakukan atau melaksanakan sholat,
seperti dalam gerakan rukuk dan sujud. Ada yang mengatakan paling dekat nya
hamba dengan Allah ketika ia sujud maka minta lah apa yang kamu inginkan atau
butuhkan. Kita tidak akan bisa mengetahui kapan terkabulnya do’a, karena
terkabulnya do’a ialah salah satu scenario Allah yang dirahasiakan pada umatnya.
Dan sebaik baik rencana manusia jika rencana itu tidak diridho’I oleh Allah
SWT, maka rencana itu tidak akan terjadi. Bagaimana rencana Allah baik atau
buruk bagi kita ialah rencana yang paling terbaik dari semua rencana yang sudah
kita rencanakan.
Ikhlaskan segala apa
yang sudah terjadi baik atau buruk menurutmu semua akan di kasih oleh Allah
kebahagiaan itu, maka jangan lah engkau menunda waktu sholat apalagi sampai
meninggalkan. Karena sholat adalah tiang Agama. Dan pada saat dihari pembangkitan
yang pertama kali dihisap adalah sholat kita, jika sholat kita semuanya baik
maka seluruh amal kita baik dan begitupula sebaliknya jika sholat kita buruk
maka seluruh amal kita buruk.
Dan pada PTSB yang pernah saya ikuti pada
tanggal 23 November 2019 berikut adalah sebagian ilmu yang saya peroleh dari
PTSB berikut cara dan gerakan, sholat bahagia Gerakan PTSB ini dapat memberikan
bimbingan serta praktek sholat agar kita dapat lebih memahami, mengingat lebih
kuat, memantapkan keyakinan akan keagungan Allah, lebih percaya diri, dan
selalu optimis dalam menyelesaikan semua masalah hidup menuju hidup yang berkah
dan bahagia. Wajah penuh bahagia adalah salah satu cermin syukur kepada Allah.
Gerakan PTSB juga mengajarkan kita bagaimana memahami fungsi dari setiap
gerakan yang ada dalam sholat dan apa yang harus kita lakukan dalam setiap
gerakan sholat tersebut, antara lain:
1. Takbiratul Ikhram (berdiri) yang memiliki kata
kunci SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan iman). Takbiratul
Ikhram menunjukan dari awal mula aktifitas kita diwaktu pagi hari.
2. Rukuk yang memiliki kata kunci TURUT (Tunduk dan
Menurut). Rukuk menunjukan agar kita selalu menjadi seorang hamba
yang ta’at serta tawadhuk. Segala sesuatu hanyalah milik
dan dari Allah maka simpan baik-baik sombong mu.
3. I’tidal (berdiri setelah rukuk) yang
memiliki kata kunci HADIR (Hak pujian dan
Takdir). I’tidal mengartikan bahwa yang mempunyai hak atas pujian
hanyala Allah yang maha Agung dan yang menetapkan takdir setiap makhluk hanyalah
Allah. Tidak ada satu makhluk pun yang mengetahui takdirnya kecuali Allah.
Takdir adalah rahasia Allah dari pengetahuan semua makhluknya.
4. Sujud yang memiliki kata kunci MASJID (Maaf, Sinar
Jiwa dan Raga). Sujud ialah salah satu gerakan sholat yang sangat dianjurkan
untuk memperbanyak do’a pada Allah, karena pada saat sujud kita
sedang berkomunkasi langsung dengan Allah. Sujud merupakan bentuk
rasa maaf atau memohon ampun atas kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat.
Kita akan menyadari dengan sendirinya.
5. Tasyahud awal (duduk diantara dua sujud) yang memiliki
kata kunci AKSI (Ampunan, Kasih sayang, Sejahtera dan memperkuat Iman). Do’a
dalam duduk diantara dua sujud sangat mencakup atas apa yang terjadi dalam
kehidupan kita sehari-hari.
6. Tasyahud akhir (duduk diakhir sholat) yang memiliki
kata kunci SOSIAL (Sholawat, Persaksian dan Tawakkal). Tasyahud
akhir menunjukan akan kesaksian kita atas utusan Allah yang mulia yakni
nabi Muhammad saw. serta rasa pasrah kita akan semua do’a dan usaha yang telah
kita lakukan selama ini.
Gerakan PTSB sangat membantu dan menyadarkan
akan sholat yang selama ini mungkin masih saya sepelehkan, dan mengerjakan
sholat tidak dengan tumakninah terburu-buruh bahkan tidak khusyu’ sama sekali,
dan di PTSB ini banyak sekali merubah saya untuk gerakan-gerakan sholat yang
tumakninah dan khusyu’ dan membuat diri saya percaya yang sebelum mendalami
PTSB ini sholat membuat hati tenang dan sekarang saya bisa buktikan ucapan itu.
Jihan Rahma Anjani Yusnita
Sidoarjo, 25 November 2019